readin Latihan membaca Deutsch → Bahasa Indonesia

Die Wohnung, die mitzählt

Apartemen yang Ikut Menghitung

C1 TestDaF / TestDaF › TDN 5 / TDN 5 Horor 130 words 📅 9 Oktober 2026

Als ich einzog, lag ein Zettel im Briefkasten: „Willkommen. Bitte zählen Sie die Türen.“ Ich lachte und warf ihn weg. Am ersten Abend zählte ich aus Neugier: sechs Türen im Flur, obwohl der Grundriss nur fünf vorsah. Ich dachte an einen Fehler im Plan. In der zweiten Nacht hörte ich ein Kratzen hinter der sechsten Tür, die eigentlich zu einer Wand führen sollte. Ich öffnete sie nicht. Am dritten Tag fragte ich die Nachbarin. Sie sagte leise: „Diese Tür öffnet sich nur, wenn Sie allein sind.“ Seitdem vermeide ich es, allein zu sein. Gestern Abend jedoch musste ich früh nach Hause. Ich stand im Flur, allein, und vor mir waren plötzlich sieben Türen. Die siebte war einen Spalt offen. Darin lag ein Zettel mit meiner Handschrift: „Bitte zählen Sie weiter.“

Sebuah catatan misterius menyambut seorang penghuni baru di kotak suratnya: ia diminta menghitung pintu. Awalnya ia menganggapnya lelucon, tetapi jumlah pintu di lorong ternyata tidak sesuai denah. Suara aneh di malam hari dan petunjuk dari tetangga membuatnya semakin gelisah. Cerita pendek berbahasa Jerman ini penuh kosakata sehari-hari dan struktur lampau yang berguna, sekaligus membangun ketegangan yang membuat pembaca penasaran sampai akhir. Cocok untuk pembelajar yang ingin berlatih membaca sambil menikmati cerita bergaya misteri.

💡 Ketuk kata apa pun untuk melihat terjemahan dan pelafalan

Als ich einzog, lag ein Zettel im Briefkasten: „Willkommen. Bitte zählen Sie die Türen.“ Ich lachte und warf ihn weg. Am ersten Abend zählte ich aus Neugier: sechs Türen im Flur, obwohl der Grundriss nur fünf vorsah. Ich dachte an einen Fehler im Plan. In der zweiten Nacht hörte ich ein Kratzen hinter der sechsten Tür, die eigentlich zu einer Wand führen sollte. Ich öffnete sie nicht. Am dritten Tag fragte ich die Nachbarin. Sie sagte leise: „Diese Tür öffnet sich nur, wenn Sie allein sind.“ Seitdem vermeide ich es, allein zu sein. Gestern Abend jedoch musste ich früh nach Hause. Ich stand im Flur, allein, und vor mir waren plötzlich sieben Türen. Die siebte war einen Spalt offen. Darin lag ein Zettel mit meiner Handschrift: „Bitte zählen Sie weiter.“

🌐Terjemahan Lengkap dalam Bahasa Ibu▼
Ketika saya pindah masuk, tergeletak sebuah catatan di kotak surat: "Selamat datang. Silakan hitung pintu-pintunya." Saya tertawa dan melemparnya jauh. Pada malam pertama saya menghitung karena penasaran: enam pintu di lorong, meskipun denah hanya merencanakan lima. Saya berpikir ada kesalahan dalam rencana. Pada malam kedua saya mendengar suara menggaruk di belakang pintu keenam, yang sebenarnya seharusnya mengarah ke dinding. Saya tidak membukanya. Pada hari ketiga saya bertanya kepada tetangga perempuan. Dia berkata pelan: "Pintu ini hanya terbuka jika Anda sendirian." Sejak itu saya menghindari berada sendirian. Namun kemarin malam saya harus pulang lebih awal. Saya berdiri di lorong, sendirian, dan di depan saya tiba-tiba ada tujuh pintu. Pintu ketujuh terbuka sedikit. Di dalamnya tergeletak sebuah catatan dengan tulisan tangan saya: "Silakan terus menghitung."

📝 Frasa Penting

im Briefkasten → di dalam kotak surat
aus Neugier → karena penasaran
einen Fehler im Plan → kesalahan dalam rencana
hinter der sechsten Tür → di belakang pintu keenam
zu einer Wand führen → mengarah ke dinding
allein sein → sendirian/berada sendiri
früh nach Hause → pulang lebih awal
einen Spalt offen → terbuka sedikit (ada celah)

❓ FAQ

Bagaimana cara berlatih pengucapan setelah membaca cerita ini?
Coba teknik shadowing: putar audio teks Jerman (bisa dari text-to-speech) lalu tirukan kalimat per kalimat tanpa melihat teks. Fokus pada kata seperti 'Neugier', 'Grundriss', dan 'Handschrift' yang memiliki bunyi khas Jerman. Ulangi 3-5 kali hingga intonasi dan ritme mendekati aslinya. Setelah itu, rekam suara Anda dan bandingkan dengan audio asli untuk memperbaiki pelafalan vokal panjang-pendek.
Apa fungsi kata 'obwohl' dan bagaimana contohnya dalam cerita?
‘Obwohl’ berarti 'meskipun' dan memperkenalkan anak kalimat yang berlawanan dengan klausa utama. Dalam cerita: 'obwohl der Grundriss nur fünf vorsah' (meskipun denah hanya merencanakan lima). Perhatikan bahwa kata kerja pada anak kalimat 'obwohl' diletakkan di akhir (vorsah). Ini pola penting dalam bahasa Jerman: konjungsi subordinatif selalu mengirim kata kerja ke posisi terakhir.
Mengapa tokoh tetangga mengatakan pintu itu hanya terbuka saat sendirian? Apa makna budayanya?
Dalam cerita ini, unsur mistis seperti pintu tak terduga dan catatan misterius adalah bagian dari tradisi cerita rakyat Jerman (Volkssage) yang sering menghadirkan elemen supranatural di kehidupan sehari-hari. Tetangga yang memberi peringatan dengan suara pelan mencerminkan sikap hati-hati dan tertutup dalam budaya Jerman terhadap hal yang tidak dapat dijelaskan. Ini juga menambah lapisan ketegangan psikologis yang khas dalam sastra Jerman modern.
Kosakata apa saja yang paling penting untuk dihafal dari cerita ini?
Fokus pada kata benda bergender dan kata kerja lampau tak beraturan: der Briefkasten (kotak surat), der Grundriss (denah), die Neugier (rasa penasaran), das Kratzen (suara menggaruk), die Handschrift (tulisan tangan). Untuk kata kerja: einzog (pindah masuk), warf weg (melempar jauh), vorsah (merencanakan), vermeide (menghindari). Buatlah kartu hafalan dengan artikel dan bentuk lampaunya agar terbiasa dengan pola infleksi Jerman.
⚡ Tentang Artikel
Cocok Untuk
Pembelajar bahasa Jerman tingkat A2-B1 yang ingin berlatih membaca cerita pendek bergaya misteri
Tingkat Kesulitan
Menengah awal (A2-B1): kalimat kompleks dengan konjungsi subordinatif dan kata kerja lampau tak beraturan
Kosakata Inti
120 words
Fokus Tata Bahasa
Kata kerja lampau (Präteritum), konjungsi subordinatif (obwohl, wenn), dan posisi kata kerja dalam anak kalimat
Tujuan Membaca
Meningkatkan pemahaman membaca melalui cerita pendek yang menegangkan sambil memperkaya kosakata sehari-hari dan struktur kalimat lampau
“Als ich einzog, lag ein Zettel im Briefkasten: „Willkommen. Bitte zählen Sie die Türen.“ Ich lachte und warf ihn weg. Am ersten Abend zählte ich aus Neugier: sechs Türen im Flur, obwohl der Grundriss nur fünf vorsah. Ich dachte an einen Fehler im Plan. In der zweiten Nacht hörte ich ein Kratzen hinter der sechsten Tür, die eigentlich zu einer Wand führen sollte. Ich öffnete sie nicht. Am dritten Tag fragte ich die Nachbarin. Sie sagte leise: „Diese Tür öffnet sich nur, wenn Sie allein sind.“ Seitdem vermeide ich es, allein zu sein. Gestern Abend jedoch musste ich früh nach Hause. Ich stand im Flur, allein, und vor mir waren plötzlich sieben Türen. Die siebte war einen Spalt offen. Darin lag ein Zettel mit meiner Handschrift: „Bitte zählen Sie weiter.“”
0 kosakata · bisa juga langsung mulai tanpa kosakata